Agar Aturan Anti Dumping Keramik China Tak Jadi Polemik, Pemerintah Harus Apa?

แชร์
ฝัง
  • เผยแพร่เมื่อ 21 ต.ค. 2024
  • Rencana Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerapkan bea masuk anti dumping (BMAD) atas 7 produk yang diimpor, yaitu tekstil dan produk tekstil (TPT), pakaian jadi, keramik, elektronik, kosmetik, barang tekstil jadi, dan alas kaki, untuk melindungi industri di dalam negeri dari serbuan produk impor menuai polemik dan kritikan.
    Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto mengatakan Komisi VI pihaknya memerlukan diskusi lebih lanjut dengan Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) terkait hasil penyelidikan KADI yang menghasilkan rencana pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) yang mencapai 200% terhadap ubin keramik porselen asal China.
    Sementara Ekonom Senior, Faisal Basri menyebutkan pentingnya memperhatikan kajian dan pertimbangan terkait periode perhitungan Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) hingga persoalan lain yang melingkupi industri keramik RI. Hal ini penting dikaji untuk memastikan persaingan yang sehat antara produk dalam negeri dan impor.
    Seperti apa polemik terkait rencana BMAD produk porselin China? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Ekonom Senior, Faisal Basri dan Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 29/07/2024)
    Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di www.cnbcindone....
    CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
    CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
    Follow us on social:
    Twitter: / cnbcindonesia
    Facebook Page: / cnbcindonesia
    Instagram: / cnbcindonesia
    / cuap_cuan
    Tiktok: bit.ly/38BYtJx
    Spotify: spoti.fi/2BR7KkT

ความคิดเห็น • 17

  • @ainolyakin1562
    @ainolyakin1562 2 หลายเดือนก่อน +1

    sehat selalu pak... sem😊ga niat baik bapak di permudah Tuhan pak ❤

  • @edifier107
    @edifier107 2 หลายเดือนก่อน +4

    Perang dagang Indonesia-China sudah dimulai..

  • @KiamatChange-ke8nd
    @KiamatChange-ke8nd 2 หลายเดือนก่อน +4

    Kalau korupsi masih meroket, pedagang KW Cina semakin gembira. Mereka ndak peduli Indonesia SDA dan SDMnya hancur. Yang penting untung bisa ngeruk SDA dan jualan barang KW ke pejabat korul dan buzer makan sogok.

  • @Kucingkuning.
    @Kucingkuning. 2 หลายเดือนก่อน +1

    Kita itu bisanya bikin apa??? Dah itu saja pertanyaannya..

  • @sugianto9450
    @sugianto9450 2 หลายเดือนก่อน +1

    karet ,Kopi,cacao,CPO dan produk dll ntar di naikkan pajak masuk atau tidak diterima madulnya karena alasan deporestasi,nyahok loch..jgn salahkan luar dulu,periksa internal..apa lubangnya masih gak jelas gitu? bobroknya sampai kapan mau dirubah..yg dewasa lah dalam bernegara itu. jgn asik pikir orang parpol,team..pikirin masyarakat yg banyak ! pikirin solusi,bukan asal BansoS !

  • @santokiputsantokiput423
    @santokiputsantokiput423 2 หลายเดือนก่อน +1

    Terlambat sudah

  • @SaviorChanel
    @SaviorChanel 2 หลายเดือนก่อน +1

    Bapak... jgn kelamaan main di kampung.. pabrik konoha tutup karena pemeritah tidak mau memberikan dampingan bisnis.. bukan mslah harga tapi industri harus punya inovasi dan efesiensi... org udh pakai android tapi konoha masih pakain symbian... ampun dah🤣

  • @picanha694
    @picanha694 2 หลายเดือนก่อน +2

    mempercepat inflasi aja

  • @kickingman927
    @kickingman927 2 หลายเดือนก่อน

    di keramik, tekstil, elektronik, mainan, kertas, plastik dan semua hal

  • @NA-mu7mr
    @NA-mu7mr 2 หลายเดือนก่อน

    Kalo anti dumping gagal disahkan maka tinggal tunggu waktu aja industri keramik nasional mati.

  • @Takmbiji123
    @Takmbiji123 2 หลายเดือนก่อน

    Konohoa

  • @UlyaGaniya
    @UlyaGaniya 2 หลายเดือนก่อน

    Knp hampir semua aturan di rejim ini tdk membawa kesejahteraan buat rakyatnya ya? Malahan belakangan ini cari gara2 dgn negara ekonomi terbesar di dunia, mau apa kalian hai pejabat? Mau bikin rusak negara ya? Dibayar sama siapa kalean2 ini? Gak malu sama leluhur?